Moana merupakan tokoh utama Disney paling realistis

Gokil! Animator Disney Moana Ternyata Orang Indonesia!

Jika kita bertanya tentang siapa putri yang paling realistis dari sekian banyak film keluaran Disney, maka hal tersebut sepertinya pantas disematkan kepada Moana. Tokoh utama dalam cerita yang berlatar belakang kepulauan Hawaii ini secara fisik memang bisa dibilang paling realistis dibandingkan dengan film Disney lainnya.

Disney Moana
Disney Moana

Bagaimana tidak, coba saja jika kita bandingkan dengan Cinderella, Sleeping Beauty atau bahkan Snow White yang sangat sempurna secara visual maupun personalitas. Namun hal tersebut ternyata memancing banyak kritik berdatangan kepada produsen film asal Amerika Serikat tersebut.

Kritik tersebut mayoritas dilayangkan oleh para aktivis feminis dari berbagai belahan dunia. Umumnya kritik mereka menitikberatkan kepada visualisasi sosok perempuan yang terlalu sempurna dalam setiap film Disney. Menurut mereka hal tersebut tidak baik bagi psikologis anak khususnya anak perempuan dalam jangka panjang.

Selain kontroversinya yang menyentuh sektor feminisme, ada satu fakta menarik dari film Disney Moana ini. Adalah sang animator yang bernama Griselda Sastrawinata. Siapa sangka nama yang sudah sangat terkenal di dunia animasi film dunia ini ternyata merupakan seorang Warga Negara Indonesia.

Bangga! Griselda Sang Animator Moana Yang Asli Indonesia

Sudah merupakan rahasia umum jika banyak sekali putra-putri tanah air yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di bidang perfilman dunia. Khususnya di sektor animasi yang ternyata banyak sekali animator film ternama ternyata berasal dari Indonesia.

Griselda sang animator Disney Moana asal Indonesia
Griselda sang animator Disney Moana asal Indonesia

Yang terbaru adalah film Disney Moana, yang ternyata pada divisi animasi nya digarap oleh Griselda Sastrawinata yang merupakan orang Indonesia asli. Meski terdengar baru berkecimpung di film Disney, ternyata Griselda bukanlah nama baru di bidang film animasi dunia.

Sebelum dipercayakan menggarap animasi Moana, Griselda banyak terlibat dalam produksi film-film Dreamwork Pictures. Tentu kita semua mengetahui film-film seperti Shrek, Madagascar, Kungfu Panda dan Bee Movie. Lulusan Art Center College of Design Pasadena, California tersebut turut campur dalam produksi animasinya.

“Saya menunggu cukup lama ya, kira-kira selama 9 tahun untuk bisa gabung Disney. Iya, sebab kan sebelumnya saya di Dreamworks. Waktu ada lowongan untuk mengerjakan film Moana, saya langsung tertarik untuk melamar,” ujar Griselda saat tengah pulang ke tanah air.

“Kalau ditanya perasaan sih, ya tentu saya bangga bisa bekerja di Disney. Impian saya dari kecil itu memang, siapa sih yang tidak tau film Disney ya kan. Di sana itu mereka sangat fair, mereka nilai karya kita, bukan tentang siapa kita atau dari negara mana kita,” lanjut Griselda kepada para wartawan.

Kontroversi Film Disney Moana, Sebuah Bentuk Perlawanan

Moana merupakan tokoh utama Disney paling realistis
Moana merupakan tokoh utama Disney paling realistis

Jika kita perhatikan, Moana dan semua putri pada film Disney sebelumnya sebenarnya merefleksikan perlawanan. Khususnya terhadap kesewenang-wenangan terhadap ras, gender, dan perlakuan terhadap minoritas. Sangat terlihat dari film Moana yang mengambil set dan tokoh yang merupakan minoritas di Amerika, yaitu Hawai.

Ditambah lagi fakta bahwa film Moana rilis hanya beberapa minggu setelah peresmian Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat yang baru. Seperti yang kita ketahui, Trump kerap mengangkat isu sensitif yang menyinggung suku, ras dan agama, khususnya bagi minoritas di Amerika Serikat.

Sebenarnya langkah yang dilakukan Disney ini telah mulai dilakukan sejak jaman awal perkembangan film Disney modern. Sebut saja film Disney Pocahontas yang tidak mengadopsi cerita tentang putri sempurna yang menikah dengan pangeran kerajaan.

Atau bahkan film Disney Mulan yang dengan jelas mengedepankan tentang hak asasi wanita. Terlihat dari bagaimana perjuangan Mulan di medan perang demi bisa menggantikan sang ayah. Jadi mungkin kah jika Disney merupakan sebuah perlawanan terhadap stereotip yang berkembang di masyarakat?